bahan

Ada begitu banyak informasi baru yang dapat kita terima setiap hari. Beberapa sangat esensial dan penting, beberapa hanya cukup baik, beberapa yang lain kurang atau tidak terlalu berguna. Dengan kesadaran bahwa waktu dan sumber daya yang menjadi bagian kami terbatas, kami berkomitmen untuk mengelola dan menerbitkan bahan-bahan tertentu saja.

Tiga standar berikut merupakan saringan utama yang kami gunakan untuk menyeleksi bahan-bahan yang akan kami terbitkan:

1. Biblikal

Saringan kami yang pertama dan terutama adalah pandangan alkitabiah. Pandangan alkitabiah kami secara eksplisit tertuang dalam pernyataan iman Yayasan Gloria. Setiap bahan yang akan kami publikasikan harus berlandaskan pada kebenaran Alkitab dengan mengikuti prinsip penafsiran Alkitab yang sehat, serta tidak memojokkan denominasi tertentu. Bahan-bahan yang tidak sejalan dengan kebenaran yang kami yakini, otomatis akan tersaring keluar dari pembahasan lebih lanjut.

2. Esensial

Saringan kedua kami adalah keselarasan misi. Kami meyakini bahwa Penerbitan Yayasan Gloria dipanggil untuk mengerjakan suatu misi tertentu yang khas, yaitu untuk memilah dan mengadakan bahan-bahan esensial yang perlu dipelajari oleh semua orang percaya dalam empat tahap pertumbuhan, yang meliputi:

injil

Penginjilan

(Keselamatan, Tindak Lanjut Dasar) Keterangan

bina

Pembinaan

(Formasi Biblikal, Formasi Spiritual, Formasi Karakter) Keterangan

lengkap

Pemerlengkapan

(Kepemimpinan Pelayanan, Ketrampilan Pelayanan, Kategorial Pelayanan) Keterangan

utus

Pengutusan

(Motivasi Misi, Integrasi Misi, Spesialisasi Misi) Keterangan

Bahan-bahan yang diterbitkan harus memiliki pesan yang spesifik, jelas dan tajam, bertujuan mendorong perubahan hidup, bukan sekadar menarik untuk dibaca.

Prioritas lebih diberikan untuk pengadaan bahan-bahan yang masih belum tersedia atau sangat kurang padanannya di Indonesia. Bahan-bahan yang tidak selaras dengan fokus tersebut, otomatis akan tersaring keluar dari pembahasan lebih lanjut.

3. Praktikal

Saringan ketiga kami adalah nilai praktis. Bahan-bahan yang diterbitkan harus relevan untuk konteks gereja di Indonesia, mudah dimengerti tapi tidak simplistik, serta mudah dilatihkan/diteruskan kepada orang lain. Bahan-bahan tersebut dikembangkan dalam berbagai media yang memudahkan orang untuk memahami, melakukan, dan menularkannya.